sering-konsumsi-parasetamol-dan-ibuprofen-berisiko-tuli

Sering Konsumsi Parasetamol dan Ibuprofen Berisiko Tuli

Dalam studi yang di lakukan di Amerika, ilmuwan menemukan perempuan yang mengkonsumsi parasetamol serta ibuprofen selama 2 kali seminggu berisiko tuli.

Penelitian yang di lakukan selama lebih dari 6 tahun ini menilai obat-obatan itu diduga telah memotong suplai darah ke arah telinga bagian dalam (koklea) serta meredam suara. Ironisnya, studi memperlihatkan resiko ini lebih tinggi pada perempuan ketimbang laki-laki.

“Perempuan paruh baya, yang umumnya mengambil parasetamol serta ibuprofen untuk sakit ketua serta sakit punggung, mesti benar-benar mempertimbangkan hal itu,” jelas peneliti.

Dalam situs Dailymail, Kamis, penulis senior bernama Dr Gary Curhan, dari Brigham and Womens Hospital di negara Amerika berkata, gangguan pendengaran ini tentu akan mempengaruhi kelas hidup seseorang.

“Parasetamol pun juga diyakini menguras zat antioksidan dalam telinga hingga membuat koklea lebih mudah terhadap suara. Obat penghilang rasa sakit pun juga dapat merusak bulu lembut di dalam telinga,” katanya.

Penelitian yang di terbitkan didalam Journal of Epidemiology ini mencatat, resiko tuli itu dapat dicegah dengan membatasi konsumsi parasetamol ataupun ibuprofen menjadi obat penghilang rasa sakit.

“Ini merupakan obat yang sederhana, tapi mengingat betapa sering obat ini di gunakan, maka risikonya bisa mengakibatkan implikasi kesehatan yang terpenting,” ujar dia.

Ini merupakan studi pertama yang menghubungkan jarak durasi penggunaan obat serta kehilangan pendengaran.

Sohaila Rastan, seorang direktur eksekutif penelitian biomedis, berkata, studi ini cukup menunjukkan bukti bahwa adanya peningkatan resiko tuli kalau seorang perempuan mengambil obat-obatan anti nyeri yang dijual dengan bebas dalam jangka waktu lama, tapi penelitian lebih lengkap di perlukan untuk memahami penyebab pasti tuli.

You may also like...